GILANGNEWS.COM — Di tengah tantangan degradasi nilai kebangsaan dan menguatnya polarisasi sosial, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) kembali menegaskan pentingnya penguatan ideologi bangsa dari basis akar rumput. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Ikatan Remaja Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar, Minggu (14/12/2025).
Kegiatan yang diikuti ratusan remaja dan pemuda masjid dari berbagai desa di Kecamatan XIII Koto Kampar ini menjadi ruang dialog kebangsaan yang menempatkan generasi muda masjid sebagai subjek utama. Sosialisasi tidak hanya diarahkan pada pemahaman konseptual, tetapi juga mendorong peserta menghidupkan nilai-nilai kebangsaan dalam praktik sosial sehari-hari.
Anggota MPR RI yang menjadi narasumber utama, Arif Eka Saputra, S.Pi., menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar hafalan normatif, melainkan pedoman hidup yang harus tercermin dalam sikap dan tindakan nyata.
“Masjid tidak boleh terasing dari persoalan bangsa. Jika pemuda masjid apatis terhadap isu kebangsaan, maka ruang kosong itu berpotensi diisi oleh paham yang bertentangan dengan nilai persatuan,” ujar Arif dalam pemaparannya.
Menurutnya, remaja masjid memiliki posisi strategis sebagai penjaga moral sekaligus perekat harmoni sosial. Karena itu, penguatan pemahaman keagamaan yang moderat perlu berjalan seiring dengan wawasan kebangsaan yang kokoh, terutama di tengah derasnya arus informasi dan narasi ekstrem di ruang digital.
Pandangan senada disampaikan tokoh masyarakat dan tokoh agama Kecamatan XIII Koto Kampar, Ustadz Saipullah Purba, S.Pd., M.Pd. Ia menilai kegiatan sosialisasi ini menjadi pengingat penting agar pemuda masjid tidak terjebak dalam sikap eksklusif, melainkan mampu bersikap inklusif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Remaja masjid harus hadir sebagai solusi, bukan sumber perpecahan. Masjid semestinya menjadi pusat pembinaan akhlak, sekaligus ruang edukasi kebangsaan,” kata Ustadz Saipullah.
Diskusi berlangsung dinamis. Sejumlah peserta mengemukakan kegelisahan terkait maraknya ujaran kebencian, politisasi agama di media sosial, serta menurunnya minat sebagian pemuda terhadap aktivitas masjid.
Menanggapi hal itu, Arif Eka Saputra mengajak remaja masjid untuk berani mengambil peran sebagai penyejuk dan teladan di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan semata tanggung jawab negara, melainkan tanggung jawab moral seluruh warga.
“Menjaga NKRI dimulai dari lingkungan terkecil—dari masjid, dari cara kita bersikap, dan dari komitmen kita merawat persaudaraan dalam keseharian,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, MPR RI berharap remaja masjid Kecamatan XIII Koto Kampar mampu menjadi generasi yang beriman, berkarakter, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
Tulis Komentar