GILANGNEWS.COM - Langkah Pemerintah Kota Pekanbaru yang mewacanakan pemindahan kegiatan Car Free Day (CFD) ke kawasan Kampung Bandar, Senapelan, memantik perdebatan. Di balik semangat menghidupkan kawasan tepian Sungai Siak yang menjadi alasan utamanya, terselip pertanyaan mendasar: apakah benar CFD adalah solusi?
Wacana itu mencuat dari Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar. Ia menyebut bahwa Kampung Bandar yang sarat sejarah dan berada di tepian Sungai Siak memiliki potensi untuk menjadi pusat aktivitas warga, terutama di akhir pekan. Menggelar CFD di sana dianggap sebagai langkah strategis untuk menghidupkan denyut kawasan yang pernah jadi nadi kota lama itu.
Namun, niat baik tak selalu bertemu dengan cara yang tepat. Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Syafri Syarif, angkat bicara. Ia menyebut pemindahan CFD ke Kampung Bandar justru berpotensi mengaburkan tujuan utama dari kegiatan tersebut.