Riau

Konsumen Kesal Indomaret di Siak Sering Jual Susu Bayi Kaleng dengan Kondisi Penyok

Loading...

GILANGNEWS.COM - Nata (34), seorang konsumen langganan Indomaret di Jalan Sutomo Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau mengaku kesal karena pegawai Indomaret sering memberinya produk susu bayi kemasan kaleng dalam kondisi penyok saat berbelanja di sana.

Ia mengungkapkan kekesalannya pada gerai Indomaret itu karena ternyata masih menjual susu bayi dengan keadaan kaleng yang penyok-penyok.

"Susu bayi kaleng diletak di belakang kasir, setiap membeli saya memesan ke kasirnya. Si kasir kerap memberikan susu dengan keadaan kaleng yang penyok, biasanya saya menolak, tapi tadi malam tidak ada lagi pilihan," kata Nata saat berbincang dengan wartawan di Siak, Rabu (17/3/2021).

Menurut Nata, kasir atau pekerja di gerai Indomaret itu memang hanya menjalankan pekerjaannya. Tetapi Nata menilai seakan tidak ada edukasi dari internal Indomaret terhadap karyawannya tersebut.

Loading...

"Karena si karyawan tidak tahu dampak terhadap kemasan produk yang penyok. Maka mereka santai memajangnya di rak dan tidak ragu menjualnya ke konsumen. Kita memang tidak bisa menyalahkan konsumen (bila mau membeli juga), tetapi ini harus jadi pelajaran," kata Nata.

Nata menceritakan, pada Selasa tengah malam kemarin stok susu bayinya habis. Kemudian ia bersama suami berniat mencarinya di Indomaret, karena minimarket di sekitar Kota Siak selain Indomaret dan Alfamart Jalan Sutomo tidak ada yang buka.

"Dengan terpaksa saya membelinya di sana (Indomaret). Saya memilih kaleng dengan tingkat kepenyokan yang paling sedikit, tetapi tetap saja tidak puas dan khawatir," katanya.

Nata khawatir dengan kondisi kaleng susu bayinya yang penyok itu, ia beranggapan jika kemasan rusak serpihan logam pada kaleng akan bercampur ke susu tersebut. Ada juga kemungkinan buruk lainnya.

Ia meminta Pemkab Siak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) turun tangan dalam hal ini. Apalagi saat ini detik-detik menjelang bulan Ramadan, tingkat kebutuhan konsumen semakin tinggi.

"Saya mohon dinas terkait cek minimarket yang masih menjual produk tak layak di Siak. Jangan cuek lah. Bagi saya ini amat penting, agar bisa menjadi pelajaran bagi Indomaret ke depan, supaya tidak lagi menjual susu bayi dengan kaleng yang penyok atau rusak," kata dia.

Sementara itu, vendor Indomaret untuk wilayah Siak-Pelalawan, Agus, sudah melihat sejumlah susu bayi di gerai Indomaret Sutomo Siak dalam keadaan penyok. Ia sempat menyalahkan konsumen kenapa mau membeli produk itu.

"Saya sudah tanya ke karyawan, kata karyawan kenapa konsumen itu mau membelinya," kata Agus.

Agus juga telah melihat produk susu bayi berbagai merek dengan keadaan kaleng yang penyok. Dia juga belum tahu kalau produk seperti itu mengandung serpihan logam dari kaleng yang dapat membahayakan kesehatan.

Sementara itu, Abas Ginting, Bidang Perizinan Indomaret di wilayah Siak juga tidak berkenan dimintai keterangannya. Sebab dia belum mengetahui kondisi sejumlah produk dengan kemasan rusak di Indomaret Sutomo Siak.

"Saya belum tahu permasalahan itu," katanya singkat.

Perwakilan Indomaret di Pekanbaru, Irfan berterimakasih atas informasi yang terjadi di Siak. Ia mengaku sudah meneruskan informasi ini ke manajemen.

"Mohon maaf, untuk informasi ini sudah saya teruskan ke manajemen," kata dia.

Bahaya Produk Kemasan Kaleng dalam Kondisi Penyok

Dikutip dari Klikdokter.com, diterangkan bahwa produk makanan kemasan dengan kaleng yang penyok bisa membahayakan kesehatan.

Menurut Suki Hertz, seorang profesor nutrisi dan keamanan makanan untuk Culinary Institute of America, sebenarnya hal tersebut bergantung pada tingkat keparahan penyoknya.

Sebagai contoh, pada kaleng terdapat lekukan kecil dan letaknya tidak berada di sambungan kaleng, menurut Suki produk tersebut masih aman untuk dikonsumsi karena umumnya tidak akan memengaruhi kualitas makanan di dalamnya. Namun, bila penyok atau lekukan itu berada pada garis sambungan kaleng, sebaiknya konsumen mengembalikan makanan kaleng itu ke dalam rak dan beri tahu kepada petugas toko.

"Bila penyok atau cacat tersebut berada di sambungan kaleng, kemungkinan besar patogen sudah masuk ke dalam. Jika Anda tetap membeli dan mengonsumsinya, Anda bisa sakit," kata Suki.

Bagian garis sambungan kaleng sangat rentan menjadi celah bagi patogen untuk masuk. Ketika bagian itu terkena tekanan hebat akibat jatuh, maka celah akan semakin besar. Kesempatan bagi bibit penyakit untuk masuk ke dalam kaleng dan mengontaminasinya juga semakin besar.

Ancaman Penyakit Botulisme

Tak cuma mesti memperhatikan letak penyoknya, Anda juga perlu mengecek seberapa dalam kondisi penyok tersebut. Semakin dalam lekukannya, maka produk tersebut makin tak aman untuk dikonsumsi.

Bahkan, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memberi pernyataan, jika lekukan yang dalam tersebut sampai menimbulkan titik yang tajam, risiko kontaminasi racun dari bakteri Clostridium botulinum sangat tinggi! Bakteri ini adalah satu-satunya mikroorganisme dengan spora yang tahan suhu tinggi, dan terdapat pada makanan dalam kaleng.

Racun tersebut dapat membuat Anda terkena botulisme atau keracunan makanan yang dapat mematikan sistem saraf. Gejala yang ditimbulkan berupa gangguan penglihatan, kelopak mata terkulai, kram perut, otot wajah melemah, kesulitan menelan, hingga kesulitan bernapas.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar