Nasional

Penjelasan Lengkap Anies Baswedan soal Video Pelanggaran Pakai Baju Batik

PPP Yogya Deklarasi Dukung Anies Baswedan.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Calon Presiden (Capres) yang diusung Partai NasDem, Anies Baswedan 'menyentil' akun @NUgarislucu. Alasannya, akun itu kedapatan mengunggah potongan video Anies seolah menyebut telah terjadi pelanggaran penggunaan batik di Indonesia.

Dalam unggahan video pada Kamis, (15/12) 2022 itu, Anies menyampaikan bahwa fenomena batik dipakai sebagai baju tidak menjalankan pakem sebelumnya. Namun, dari kesalahan itu batik menjadi pakaian identitas bangsa Indonesia hingga menjadi kebaruan.

Anies lantas membalas @NUgarislucu, dengan mengunggah video lengkap dengan durasi lebih panjang 2 menit 13 detik. Dia mengunggah rekaman video lengkapnya saat berada di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada (10/12)2022 lalu.

Saat itu, Anies membahas soal batik Indonesia. Unggahannya itu juga disertai cuitan untuk @NUgarislucu.

Loading...

"Cek video lengkapnya dulu yuk, Min @NUgarislucu. Sampaikan kebenaran walaupun itu kurang lucu," tulis Anies dalam akun Twitternya disertai emoji senyum dan tagar ABW.

Berikut pernyataan lengkap Anies:

Bapak ibu sekalian, jadilah pendorong perubahan kebiasaan kebiasaan diubah, kebiasaan didorong. Jangan jadi sekadar mengikuti kebiasaan, kebiasaan ini harus kita lakukan. Bapak-bapak ini ada yang pakai batik, bapak pakai batik biru, Pak Muhammad ini juga pakai batik. Pak Muhammad berdiri sebentar boleh pak, pakai batik. Ini baju tradisional bukan? Iya baju Indonesia.

Bapak ibu saya ingin ajak ingat-ingat sebentar. Bapak ibu sekalian baju laki-laki tradisional itu semua polos, ada nggak baju laki-laki bergambar di masa lalu? Baju laki-laki polos, kalau pun bergambar di Jawa ada yang namanya lurik. Kalau nggak polos putih, polos hitam, polos merah, benar tidak? Polos. Dan yang namanya batik itu dipakainya kain bapak ibu. Batik itu dipakainya untuk sarung, tidak ada orang pakai batik buat baju bapak ibu.

Coba, diingat-ingat, nggak ada. Batik itu dipakainya untuk kain, lalu atasnya kebaya. Kemudian terjadilah pelanggaran atas pakem itu, kain itu yang dipakainya di bawah dipakai untuk baju dan ketika pertama kali digunakan orang menengok ini nggak sopan pelanggaran nggak ngerti pakem, diikuti banyak orang, sekarang jadi baju batik identitas Indonesia. Pelanggaran itu sekarang menjadi kebiasaan baru. Bapak ibu, di bidang pendidikan mulailah pelanggaran-pelanggaran baru. Itu tapi, kalau kita terkunci dengan pakem dalam tanda kutip, maka nggak muncul kebaruan dan universitas swasta punya ruang terobosan lebih banyak dibanding yang lain. Ruang itu lebih besar untuk melakukan inovasi-inovasi sehingga muncul terobosan-terobosan dalam interaksi dalam proses pembelajaran.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar