Riau

Kantor Bupati Meranti Tergadai di Bank Sebesar Rp 100 Miliar

Kantor Bupati Meranti

GILANGNEWS.COM - Cerita baru terkuak usai Bupati Kepulauan Meranti nonaktif jadi tersangka dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabar terbaru, sang bupati telah mengagunkan bangunan Kantor Bupati Meranti ke bank untuk mendapatkan pinjaman sebesar Rp100 miliar. Hal ini diakui Plt Bupati Kepulauan Meranti H Asmar, Kamis (13/4).

“Kantor bupati itu yang digadai di bank. Saya saja baru tahu ini,’’ ujarnya kepada wartawan

Dikatakan Asmar, uang Rp100 miliar tersebut digunakan untuk pembangunan jalan. Asmar pun mengaku serbasalah. Pasalnya pinjaman ini harus diangsur dan menjadi beban. Jika angsuran tak dipenuhi, maka akan ada konsekuensi yang harus diterima Pemkab Kepulauan Meranti.

“Sementara beban angsuran atas piutang yang wajib dibayar sebesar Rp3 miliar per bulan. Kalau telat bayar, bunga yang ditetapkan cukup besar. Sementara kemampuan keuangan kita (Meranti, red) cukup kecil,” ujarnya.

Asmar pun mengaku menghentikan seluruh kegiatan pembangunan fisik dan nonfisik yang sudah sempat berjalan jauh.

“Saya hentikan semua kegiatan fisik yang belum lelang, mau lelang, sudah lelang, maupun yang sudah dikerjakan. Kita evaluasi kembali karena saya tidak mau ke depan ada masalah,” ungkapnya.

‘’Makanya wajib kami evaluasi agar bisa kami ukur program mana saja yang menjadi prioritas sehingga tidak mengganggu keperluan belanja rutin dan wajib,” tambahnya.

Adapun kegiatan yang dimaksud adalah mulai dari pembangunan fisik seluruh bidang jalan, pembangunan kantor bupati, pembangunan sekolah, pustaka, dan kegiatan serupa lainnya.  

Seperti pembangunan jalan yang dialokasikan melalui dana pinjaman dari bank sebesar Rp100 miliar. Dari empat kegiatan terdapat dua kegiatan masih belum rampung. Adapun dua lokasi terdiri dari pembangunan Jalan Tanjung Samak menuju Tanjung Kedabu, dan Jalan Sungai Nyiur menuju Desa Sesap lokasi pembangunan kantor bupati baru.

 


Tulis Komentar