GILANGNEWS.COM – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Riau, Ginda Burnama, mengingatkan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru agar segera mengambil langkah antisipasi terkait potensi penyebaran kasus campak. Hal ini menyusul semakin meluasnya kejadian luar biasa (KLB) campak di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan.
“Jangan sampai Provinsi Riau terlambat melakukan antisipasi. Pemprov dan pemko harus bergerak cepat sebelum kasus serupa muncul di sini,” tegas Ginda, Selasa (26/8).
Ginda meminta Dinas Kesehatan Provinsi hingga kabupaten/kota untuk segera berkoordinasi, bahkan sampai ke level kelurahan dan desa. Ia menekankan pentingnya deteksi dini serta upaya pencegahan agar penularan bisa ditekan sejak awal.
“Puskesmas harus turun langsung ke lapangan bersama lurah, kepala desa, dan camat. Monitoring dan tindakan cepat di tingkat bawah adalah kunci untuk mencegah penyebaran,” tambah anggota DPRD Dapil Kota Pekanbaru itu.
Kasus Campak Meluas, Imunisasi Rendah
Kementerian Kesehatan RI sebelumnya mengumumkan bahwa hingga pekan ke-33 tahun 2025, sudah tercatat 46 KLB campak di 42 kabupaten/kota dari 14 provinsi. Jumlah kasus suspek mencapai 23.128 orang, dengan 3.444 pasien terkonfirmasi positif.
Direktur Imunisasi Kemenkes, dr Prima Yosephine, MKM, menegaskan bahwa campak adalah penyakit menular berbahaya yang penularannya bahkan lebih cepat dibanding Covid-19.
“Campak bisa menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. Sayangnya, cakupan imunisasi masih rendah, baru 45 persen dari target nasional 95 persen,” ujarnya dilansir Banjarmasin Tribunnews
Salah satu daerah dengan kasus paling parah adalah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang sudah mencatat 2.035 kasus suspek dengan 17 kematian, mayoritas pada balita yang tidak pernah mendapatkan imunisasi campak.
Waspada Sejak Dini
Di Kalimantan Selatan, enam KLB campak juga telah dilaporkan sejak Januari hingga Agustus 2025. Jumlah suspek di provinsi itu mencapai 484 kasus, dengan 175 positif. Meski belum ada kematian, potensi penyebaran tetap tinggi di daerah dengan cakupan imunisasi rendah.
Melihat perkembangan ini, Ginda Burnama berharap Riau segera memperkuat langkah pencegahan. “Kita tidak boleh menunggu ada korban dulu baru bergerak. Edukasi masyarakat soal pentingnya imunisasi harus digencarkan, dan fasilitas kesehatan harus siap siaga,” pungkasnya.
Tulis Komentar