Nasional

Karyawan Pabrik Kertas Tewas Tertimpa Kertas Pres Seberat 1,2 Ton

Karyawan Pabrik Tewas Tertimpa Kertas Seberat 1.2 Ton
Gilangnews.com - Kecelakaan kerja terjadi di pabrik kertas PT Mega Surya Eratama (MSE) di Jalan Raya Jasem, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Kamis (28/7/2016). Seorang karyawan bagian operator forklif, Soni Perngadi (42) tewas dengan kepala pecah dan kaki patah setelah tertimpa kertas pres seberat 1,2 ton. Diduga tumpukan kertas itu ambruk menimpa korban akibat ditata terlalu tinggi.
 
Supervisor PT MSE, Edi mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 08.30 Wib. Saat itu, rekan kerja korban, Agus Sugiarto hendak memindahkan tumpukan kertas bekas yang menjadi bahan baku, ke mesin penggilingan.
 
Bak disambar petir, Agus justru menemukan tubuh Soni di bawah tumpukan kertas afalan yang berserakan itu. Kondisi pria asal Miji Baru Satu, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto itu tewas tertelungkup. Kepala korban pecah, sedangkan kedua kakinya patah.
 
"Korban tertimpa kertas afalan yang dipres seberat 1,2 ton. Kejadiannya seperti apa, saya kurang tahu," kata Edi kepada wartawan di kamar jenazah RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan.
 
Edi menambahkan, Soni merupakan karyawan di bagian afalan yang mengoperasikan mesin forklif. Menurut dia, di lokasi kecelakaan dipenuhi tumpukan kertas bekas yang dipres dengan ketinggian mencapai 10 meter. Setiap pres kertas bekas itu beratnya mencapai 1,2 ton.
 
Sayangnya, Edi enggan berkomentar terkait standar keamanan kerja yang diterapkan di PT MSE. "Soal safety saya No comment, silakan tanyakan ke penyidik saja," cetusnya.
 
Sementara Kapolsek Ngoro Kompol Khoirul Anam menjelaskan, pihaknya baru memintai keterangan dua orang saksi yakni karyawan pabrik yang pertama kali menemukan jasad korban. Pemeriksaan itu untuk mengungkap misteri Kematian Soni.
 
"Untuk sementara saksi hanya mengetahui korban sudah tewas, saat itu saksi sedang memindahkan tumpukan kertas. Posisi korban tertelungkup tertimpa tumpukan kertas," terangnya.
 
Khoirul menambahkan, selain memeriksa para saksi, pihaknya juga melakukan olah TKP. Sementara jasad korban dievakusi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan untuk diautopsi.
 
"Untuk penyebab kecelakaan kerja ini apakah ada kelalaian dari pihak perusahaan dalam menata barang, masih kami selidiki. Yang jelas, nanti pihak perusahaan akan kami periksa," tandasnya.
 
Jika terbukti terdapat kelalaian dari PT MSE, Khoirul berjanji tak akan tebang pilih. "Kalau ada kelalaian, perusahaan akan kami proses hukum," pungkasnya. [P]
 
Sumber Detik.com


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar