Nasional

Pasar Saham Indonesia Memiliki Kejanggalan

Direktur Utama BEI Tito Sulistio di acara WIEF 2016
Loading...
Gilangnews.com - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistyo mengungkapkan bahwa pasar saham Indonesia memiliki kejanggalan. Ia menyebut kejanggalan itu dengan istilah tanda kutip.
 
"Kan sekarang ada satu di bursa yang tanda kutip. Transaksi itu setiap hari 60 persen lokal, kenapa kepemilikannya (saham di BEI) 65 persen asing? Berarti ini kan ada yang salah," ujar Tito di sela-sela acara World Islamic Economic Forum (WIEF) 2016 di Jakarta, Selasa (2/8/2016).
 
Ia menduga, para investor lokal sengaja mengatasnamakan sahamnya mengunakan nama investor asing. Hal itu dilakukan lantaran para investor lokal enggan mengakui kepemilikan saham di BEI.
 
Mereka kerap memanfaatkan Special purpose vehicle (SPV) di luar negeri untuk memiliki saham di BEI.
 
Tito percaya, dari 60-65 persen kepemilikan saham asing di BEI, sekitar 15 persen-20 persennya merupakan milik investor lokal.
 
Bila di dirupiahkan, total saham investor lokal yang diatasnamakan menggunakan nama investor asing diperkirakan mencapai Rp 200 triliun-Rp 400 triliun. Saat ini nilai kapitalisasi pasar BEI sekitar Rp 5.772 triliun.
 
BEI sendiri optimistis bisa mencapai total kapitalisasi pasar Rp 6.000 triliun pada tahun ini. Sebenarnya, harapan perbaikan komposisi kepemilikan saham di BEI terbuka lebar karena adanya program amnesti pajak.
 
Para investor bisa memanfaatkan program tersebut untuk mengakui atau mendeklarasikan kepemilikan asetnya sehingga tidak perlu ada lagi kejanggalan di pasar saham.
 
Sebutan bahwa BEI dikuasai asing pun bisa berubah bila deklarasi bisa mengubah porsi kepemilikan saham di BEI.
 
Bahkan kata Tito, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberikan insentif kepada investor yang mendeklarasikan asetnya.
 
"Dari kami (BEI) bisa biaya yang lebih murah, biaya crossing kan bisa dibicarakan," kata Tito.
 
[P]
 
Sumber Kompas.com


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar