GILANGNEWS.COM - Rapat Komisi IV DPRD Pekanbaru, Senin petang (8/9/2025), berubah menjadi ajang ledakan emosi. Agenda penting membahas kisruh lahan di Jalan Sudirman tepat di samping Koki Sunda yang sudah lama menimbulkan keresahan masyarakat, justru diwarnai absennya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pekanbaru.
Ketidakhadiran lembaga yang semestinya menjadi kunci penyelesaian, membuat para legislator naik pitam. Tidak sedikit anggota dewan menilai, sikap BPN bukan sekadar kelalaian, tetapi pelecehan terhadap kewibawaan DPRD, sekaligus pengabaian atas jeritan para ahli waris yang menanti keadilan.
“Ini rapat permintaan BPN sendiri, tapi justru mereka yang tidak hadir. Kami kecewa, bahkan menduga ada apa-apanya. BPN sepertinya “ masuk angin”,” tegas Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amriel SH MH, dengan suara meninggi.