GILANGNEWS.COM - Komisi III DPRD Riau akan memanggil seluruh direksi dan manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pemanggilan itu dalam rangka evaluasi dan rencana kerja tahunan mereka.
Saat ini ada 6 perusahaan milik Provinsi Riau yang aktif bergerak mengelola sejumlah sektor. Mulai dari perbankan, investasi hingga mengelola kekayaan alam di Riau.
Keenam perusahaan plat merah tersebut di antaranya, PT Bank Riau Kepri (BRK), PT Pengembangan Investasi Riau (PIR), PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), dan PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida), dan PT Riau Petroleum.
Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri mengatakan, telah menjadwalkan untuk pemanggilan BUMD tersebut. Ia menyebut akan memanggil seluruh BUMD dalam rangka evaluasi untuk rencana kerja tahun ini.
"BUMD ini mau kita panggil semua. Ini terkait dengan rencana kerja tahunan mereka," ujar Edi, Sabtu (19/4/2025).
Dikatakannya, dalam waktu dekat ini, Komisi III akan melakukan pemanggilan terhadap direksi PT Riau Petroleum. "Rencananya Riau Petroleum, tapi nanti konfirmasi lagi," ucapnya.
Selain evaluasi dan rencana kerja tahunan masing-masing BUMD, pihaknya juga berharap agar BUMD di Riau dapat menjadi pendukung di tengah defisit anggaran yang terjadi.
"Presiden menginstruksikan bagaimana daerah-daerah ini bisa memperoleh penghasilan-penghasipan baru yang dapat menunjang APBD kita," katanya.
Karena itu, lanjut Edi, salah satu kerja yang bisa dilakukan adalah bagaimana BUMD di Riau ini menjadi penyumbang untuk memperbaiki kondisi APBD yang tengah defisit.
Sebelumnya, Komisi III telah melakukan pemanggilan terhadap PT Pengembangan Investasi Riau. Mereka diminta untuk bisa segera menyelesaikan perizinan dan membuat rencana kerja tahun 2025.
Di samping itu perlu diketahui juga, selain enam BUMD yang aktif di Riau, masih ada satu BUMD lagi yang kini statusnya tidak aktif. Satu perusahaan plat merah itu yakni PT Riau Airline (RAL). Perusahaan tersebut bergerak di bidang penerbangan yang berpusat di Bandara SSK II.
Tulis Komentar