PERISTIWA

Dua Bulan, 5 Nyawa Melayang di Jalan Yos Sudarso: DPRD Pekanbaru Desak Perbaikan Segera

Anggota DPRD Pekanbaru Fraksi Golkar, Syamsul Bahri, bersama LPM dan Forum RTRW Kelurahan Meranti Pandak melakukan gotong royong memperbaiki titik amblas di Jalan Yos Sudarso secara swadaya, Sabtu (16/8/2025).

GILANGNEWS.COM – Jalan Yos Sudarso, khususnya di kawasan menuju Jembatan Siak III, kini berubah menjadi titik maut bagi pengguna jalan. Kondisi permukaan jalan yang amblas dan mengalami penurunan elevasi membuat box over saluran menjulang lebih tinggi dari badan jalan. Setiap kendaraan yang melintas berisiko “melompat” dan kehilangan kendali.

Dalam dua bulan terakhir, setidaknya puluhan kecelakaan terjadi di titik ini. Lima pengendara tewas, sementara belasan lainnya mengalami luka serius.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Meranti Pandak, Dedi Yohendri, menuturkan bahaya ini semakin mengintai pada malam hari.
“Kalau malam, banyak pengendara tertipu. Begitu lewat, kendaraan bisa terbang lalu oleng. Sudah lima orang meninggal, yang luka-luka tak terhitung banyaknya,” ujarnya, Sabtu (16/8/2025).

Prihatin melihat korban terus berjatuhan, LPM bersama Forum RTRW Kelurahan Meranti Pandak dan Anggota DPRD Pekanbaru Fraksi Golkar dapil II, Syamsul Bahri, menggelar gotong royong memperbaiki jalur tersebut. Dengan dana swadaya warga, mereka melakukan pengecoran darurat untuk meratakan permukaan jalan.

“Kami tidak memungut biaya dari pengguna jalan. Semua murni swadaya warga. Tapi ini hanya solusi sementara. Pemerintah provinsi dan kota harus segera memperbaiki jalan ini secara permanen,” tegas Dedi.

Syamsul Bahri pun menyuarakan keprihatinan yang sama. Menurutnya, meski Jalan Yos Sudarso berstatus jalan provinsi, keselamatan warga harus menjadi prioritas semua pihak.

“Kondisi ini menyangkut nyawa pengguna jalan. Mau berapa nyawa lagi melayang baru pemerintah membuka mata? Kami minta pemerintah cepat tanggap dan jangan lalai,” katanya.

Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi harus dilakukan segera agar perbaikan tidak lagi tertunda.

“Tidak ada alasan menunggu korban berikutnya. Setiap hari jalan ini dilalui ribuan orang. Jika dibiarkan, jumlah korban bisa terus bertambah,” tegas Syamsul.


Tulis Komentar