Nasional

Dugaan Korupsi Massal, Polsek Mandau Periksa Seratusan Peminjam Dana UEK

Subdit III Dit Reskrimsus Polda Riau melakukan pemeriksaan terhadap ratusan pemanfaat dana UEK di gedung aula Kantor Kelurahan Duri Timur.

GILANGNEWS.COM- Tindak lanjut Laporan Informasi Nomor : R/LI - 43/XI/2016/Reskrimsus pertanggal 28 November 2016 terkait terjadinya tindak pidana korupsi penggunaan dana Usaha Ekonomi Kelurahan (UEK) di Kelurahan Duri Timur, Bengkalis sejak tahun 2012 hingga 2016, Subdit III Dit Reskrimsus Polda Riau, Selasa (7/2/17) langsung turun gunung melakukan pemeriksaan terhadap ratusan pemanfaat dana yang berasal dari Anggaran Pembelanjaan Daerah tersebut.

Pemeriksaan tersebut berlangsung di gedung aula Kantor Kelurahan Duri Timur, Jalan Baiturrahman dan dipimpin langsung oleh Kanit I, Subdit III Reskrimsus Polda Riau, Kompol Jogi Riau Samudra, SH.

"Atas laporan informasi tersebut, kami langsung turun memeriksa saksi pemanfaat guna percepatan pengungkapan kasus ini,"ujar Kompol Joging saat memberikan pencerahan sebelum pemeriksaan berlangsung sebagaimana dilansir riauterkini.com.

Terpisah, Lurah Duri Timur, Vera Mustafa selaku otoritas tertinggi UEK Duri Mandiri Bersatu (DMB) Kelurahan Duri Timur, secara gamblang mengucap rasa syukur dikarenakan permasalahan yang selama ini mendera UEK nya, sedikit demi sedikit sudah menemukan titik terang dan diharapkan segera tuntas.

"Alhamdulillah, sedikit demi sedikit permasalahan ini mulai ada titik terangnya dan kami ucapkan terimakasih juga kepada masyarakat yang mendorong keras hingga sampainya permasalahan ini ke meja penyidik Polda Riau,"ungkapnya.

Seperti diketahui, permasalahan UEK DMB itu terkuak setelah pengelola lama berhasil mengelabui otoritas dan Pendamping desa guna mencairkan pinjaman fiktif kepada puluhan pemanfaat dengan total dana sebesar Rp 738 juta di Bank Riau - Kepri Cabang pembantu (Capem) Duri.

Setelah terkuak dan dilakukan perhatian gerbong pengelola baru, kejutan demi kejutan akhirnya mulai terlihat. Dengan tunggakan sebesar Rp 1,3 Milliar lebih, akhirnya diketahui sebahagian besar pemanfaat yang terdaftar adalah fiktif.***


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar