Pekanbaru

Program Masjid Paripurna Hingga Kelurahan Untuk Wujudkan Masyarakat Madani

Mesjid Ar Rahman salah satu mesjid paripurna di Kota Pekanbaru

PEKANBARU (GILANGNEWS) - Pemerintah Kota Pekanbaru telah menetapkan 12 Masjid Paripurna yang kini menjadi megah di setiap kecamatan. Satu hal yang ditetapkan untuk tingkat Kota Pekanbaru itu, Masjid Agung Arrahman.

Selain di Kecamatan, Pemko juga membangun Masjid Paripurna di tingkat Kelurahan. Masjid Paripurna ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, yaitu sebagai penggerak ekonomi masyarakat, peradaban akhlak anak muda, tausiah dan magrib mengaji guna membangun peradaban ummat melalui masjid.

Dalam menuju Kota Metropolitan yang Madani, Pemerintah Kota tidak mensosialisasikan falsafah kerja sebagai panduan dalam kegiatan yang merangkum dalam Trilogi Pembangunan, yaitu untuk tetap bekerja secara profesional, amanah dan santun, sementara dimensi kreatifitas dan inovatif.

"Tentunya kita mengharapkan pemerintah dan membangun seluruh masjid di kota Pekanbaru menjadi masjid paripurna dalam bentuk masyarakat yang agamis. Terlebih lagi imam masjid juga telah dan lebih dekatkan masjid," tutur Zulhusni Domo, Sekretaris MUI Provinsi Riau.

Diakuinya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau sangat menyukai Masjid Paripurna baik di tingkat Kelurahan maupun tingkat kecamatan Kota Pekanbaru. Bahkan MUI menginginkan semua masjid yang ada di Pekanbaru menjadi masjid Paripurna. Bencana sesuai dengan visi misi kota Pekanbaru mewujudkan masyarakat yang madani.

"Dengan perwujudan masjid paripurna dengan masyarakat madani sangat singkron dan sudah dijalankan pemerintah kota Pekanbaru. Terlebih lagi mengajak masyarakat lebih religius," katanya.

Apalagi, kata Zulhusni, membangun fisik kota dengan komunitas masyarakat madani yang mencerminkan perilaku yang beradab, baik dan memiliki uang. Untuk menciptakan polanya, terlebih dahulu dengan menampilkan karakter dari manusianya. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui masjid, dengan butuh sebagai tempat pembinaan orang.

Apresiasi sama juga buruk Ketua Masjid Paripurna Al Muhajirin, Kecamatan Rumbai, Abu Kasim SAg. Menurutnya, program masjid paripurna yang sudah berjalan selama 3 tahun, cukup cukup baik. 

Acara pembinaan imam masjid paripurna

"Dana jamaah juga cukup positif terhadap program masjid paripurna yang dicanangkan Pemko Pekanbaru. Ini terbukti dengan peningkatan jamaah untuk salat 5 waktu. Ini tidak terlepas dari program-program yang dibuat oleh pengurus masjid, khususnya dalam meningkatkan pemahaman jamaah terhadap agama Islam, melalui kegiatan- kegiatan pengajian, tausyiah dan pelatihan-pelatihan, "tuturnya.

Abu Kasim juga Menyampaikan berbagai masukan, termasuk soal kegiatan. Ini harus menjadi perhatian pemerintah kedepannya. Lebih dari itu, sumber daya manusia (SDM) jamaah masjid beserta pengurusnya.

Ia menyebutkan, masjid akan menjadi makmur yang tergantung pada jamaah, salah satunya jika ditopang oleh SDM yang banyak dan berkualitas untuk berbagai aspek kemasjidan. Makanya kedepan kecil ke pengurus masjid agar mampu mendata potensi jamaah yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan. Juga mampu mempersiapkan dan mengkader jamaah agar menjadi jamaah yang siap dipakai untuk memakmurkan masjid.

SDM yang perlu dipersiapkan, Khatib, Mubaligh, Imam, Muadzin, Guru Ngaji, Muallim, Pembawa Acara, Pustakawan, Teknisi Sound System, Tenaga Sekretariat, Amil Zakat, Konselor dan Motivator, Pembina Anak-Anak dan Remaja, Petugas Kebersihan, Keamanan dan Tenaga lain yang membutuhkan, termasuk yang berhubungan dengan kesegang kepengurusan masjid.

Bahkan, katanya, SDM harus berkepribadian yang shaleh, berwawasan yang luas dan memiliki kemampuan sesuai dengan bidang yang diperlukan. SDM masjid yang sudah tersedia harus oleh pengurus Masjid. Jangan ada satu jamaah pun yang tidak diberdayakan, sampah jelas potensi yang dimilikinya. Perbedaan yang tidak berlaku sampai rubah pengurus Masjid untuk tambahan jamaah berkiprah sesuai dengan kemampuannya.

Sosialisasi manajemen masjid paripurna, para pengurus masjid yang akan mengadakan acara tentang manajemen keuangan dan program kerja demi kemakmuran masjid.

'' Tentunya seruan ini kita sampaikan, karena salah satu masalah adalah kekurangan, baik karena ketiadaan atau kekurangan kader maupun ada kader tetapi tidak diberdayakan. Ini sangat penting dan harus mendapat perhatian pemerintah dengan memperbanyak kegiatan pelatihan manajemen masjid, '' ujarnya.

Menurut Abu Kasim, pelatihan manajemen masjid akan memberikan wawasan yang luas bagi pengurus masjid dan juga jamaah, sehingga akan menghasilkan pengurus masjid menjadi mandiri dan bertanggung jawab dalam ibadah masjid.

Apa yang sudah dibuat pemerintah kota pekanbaru saat ini cukup baik dan harus didukung bersama-sama, jika perlu seluruh masjid di Pekanbaru ini adalah masjid yang didampingi pemerintah, baik dalam kegiatan maupun manajemen masjidnya.

'' Kalau ini sudah dilakukan, maka kedepannya masjid akan makmur dengan sendirinya, '' harapnya. (Advetorial)
 


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar