Hukrim

Pengedar Ini Tewas Over Dosis karena Telan Barang Bukti, Sebanyak Apa?

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk menunjukkan barang bukti sabu dan keempat tersangka yang berhasil diamankan dalam operasi penangkapan bandar narkotika di wilayah hukum Prabumulih, Senin (5/11/2018).
Loading...

GILANGNEWS.COM - Lima orang diduga bandar dan pengedar narkotika jenis sabu dan pil ekstasi dibekuk aparat polisi dari Satuan Narkoba Polres Prabumulih Sumatera Selatan ( Sumsel) di belakang Gedung Kesenian Prabumulih di Kelurahan Prabumulih.

Satu orang dari komplotan itu bernama EK tewas over dosis setelah menelan dua butir pil ekstasi dan sabu untuk menghilangkan barang bukti.

Sementara empat lainnya yakni AF, OR, HL, dan RR.

Keempatnya warga Prabumulih dan masih berusia belasan tahun.

Loading...

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk didampingi Kasat Narkoba AKP Zon Prama Senin (5/11/2018) mengatakan, penangkapan keempat orang berawal dari penangkapan terhadap AF dengan barang bukti 7 paket sabu.

Dari pengakuan AF saat diperiksa sabu tersebut didapat dari EK yang tinggal di belakang Gedung Kesenian Prabumulih Kelurahan Prabumulih.

Polisi lalu kembali melakukan penangkapan terhadap EK di rumahnya.

Selain EK polisi juga menangkap OR, HL dan RR yang ada bersama EK.

“Saat penggerebekan itulah EK menelan 2 butir pil ekstasi dan sabu untuk menghilangkan barang bukti,” kata Tito Ketika seluruh tersangka dibawa ke Mapolres Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan, EK menunjukkan gejala orang yang kehilangan kesadaran sehingga tidak bisa diperiksa.

“Karena kondisnya bertambah parah akhirnya EK dibawa ke rumah sakit Prabumulih sekitar pukuk 11.30 malam,” tambah Tito. 

Meski petugas RSUD Prabumulih sudah berusaha melakukan penanganan terhadap EK, namun nyawa EK tak bisa diselamatkan dan meninggal sekitar pukul 02.30 dini hari.

Kapolres Tito memastikan tidak ada unsur penganiayaan atau kekerasan yang menjadi penyebab meninggalnya EK.

“Tidak ada unsur penganiayaan dalam meninggalnya EK, kita terbuka saja” tegasnya.

Konsumsi 4 pil ekstasi

Sementara Dokter Dwinta Inayasari, dokter di RSUD Prabumulih membenarkan ada pasien atas nama EK yang meninggal akibat penurunan kesadaran karena mengonsumsi 4 butir pil ekasi dan sabu.

Menurut Dokter Dwinta, saat dibawa kondisi EK sudah dalam kondisi kurang kesadaran dan mulut berbusa.

“Kami sudah menangani secara maskimal namun nyawanya tak bisa diselamatkan dan meninggal sekitar pukul 2.30.

Menurut keluarganya ia menelan 4 butir pil ektasi dan sabu,” katanya Dokter Dwinta juga memastikan tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan atau tindak kekerasan di jasad EK.

Sementara barang bukti yang diamankan dalam penangkapan itu berupa 14 paket sabu ukuran sedang dan kecil.

Sejumlah telepon selular, pirek atau alat hisap sabu dan korek api.

Saat ini keempat orang yang ditangkap masih menjalani pemerkisaan oleh penyidik Satnarkoba Polres Prabumulih.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar