GILANGNEWS.COM – Dalam upaya memperketat pengawasan dan mencegah peredaran narkoba, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), akan memasang alat pengacau sinyal atau "jammer" di sejumlah titik rawan.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan sistem keamanan yang terus ditingkatkan pihak Lapas.
Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Veazanol Kosuma menjelaskan, bahwa hingga pertengahan tahun ini, belum ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba di dalam lapas. Pemeriksaan secara rutin dilakukan di setiap sel tahanan untuk memastikan kondisi tetap steril dengan melibatkan instansi vertikal lain seperti TNI dan Polri.
“Setiap minggu kita lakukan tes urine kepada warga binaan, hasilnya sejauh ini negatif semua. Ini jadi indikator keberhasilan langkah preventif yang kami lakukan,” jelas Veazanol, Rabu (25/6/2025).
Anol mengakui, kondisi Lapas Pasir Pengaraian saat ini jauh dari kata ideal. Lapas Pasir Pengaraian saat ini dihuni oleh 1.265 orang, yang terdiri dari 962 narapidana dan 303 tahanan. Sekitar 50 persen di antaranya merupakan kasus narkotika, menjadikan pengawasan terhadap potensi peredaran barang haram tersebut menjadi sangat krusial.
Padahal idealnya lapas ini hanya bisa dihuni 285 orang. Meski demikian pihaknya tetap berupaya maksimal menjaga keamanan dengan SDM dan sarana prasarana yang terbatas. Salah satu upaya memperketat pengamanan yakni dengan pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan seperti area tembok keliling yang tidak mudah dijangkau petugas.
"Saat ini ada 16 CCTV yang sudah dipasang, ke depan akan ditambah menjadi 32 titik. Peningkatan pengawasan juga didukung dengan penambahan petugas penggeledahan, optimalisasi mesin X-ray, serta patroli rutin,” tambahnya.
Selain itu, sinergi dengan aparat penegak hukum juga terus diperkuat. Razia gabungan bersama Polres Rohul dan TNI digelar secara rutin dua kali dalam seminggu.
“Pemasangan alat pengacau sinyal atau ‘jammer’ ini juga penting untuk mencegah komunikasi ilegal dari dalam lapas, terutama yang bisa berkaitan dengan jaringan narkoba luar," kata Veazanol.
Penguatan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana pun menjadi prioritas.
"Kita ingin menciptakan lapas yang benar-benar bersih, aman, dan mendukung proses rehabilitasi warga binaan secara maksimal," tutupnya.
Tulis Komentar