GILANGNEWS.COM – Polemik seleksi atlet balap sepeda menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Jakarta akhirnya ditanggapi serius oleh Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Riau.
Sekretaris ISSI Riau, Muslim Hadi, menegaskan bahwa kisruh yang mencuat belakangan ini sebenarnya sudah tuntas melalui jalur mediasi.
Menurut Muslim, pihaknya telah mempertemukan seluruh pihak terkait mulai dari orang tua atlet, tim seleksi, hingga pengurus ISSI Riau. Mediasi yang dipimpin langsung oleh Ketua ISSI Riau, Syahrial, menghasilkan sejumlah keputusan penting.
“Memang sempat terjadi perbedaan persepsi antara atlet dan orang tua dengan tim seleksi. Dari situlah muncul kesan adanya diskriminasi. Padahal, masalahnya lebih pada miskomunikasi dan perbedaan sudut pandang,” ujar Muslim, di Pekanbaru, Sabtu (14/9/2025).
Dari forum tersebut, disepakati seleksi ulang dengan indikator penilaian yang lebih jelas dan baku. Hasilnya, atlet bernama Evan diputuskan berhak memperkuat Riau di Popnas, bersama tiga atlet lain yang berasal dari Sekolah Khusus Olahraga (SKO).
Namun, di tengah upaya meredakan polemik, ISSI Riau menemukan ada oknum pelatih yang tetap berusaha menggeser posisi Evan. Situasi ini membuat ISSI harus mengambil langkah tegas mengganti pelatih demi menjaga marwah organisasi sekaligus melindungi hak atlet.
“Surat resmi sudah kami keluarkan, tetapi tampaknya pelatih yang bersangkutan masih menolak keputusan itu. Lebih jauh, Dispora Riau selaku pihak yang membina atlet sebelum Popnas juga belum menindaklanjuti surat tersebut,” ungkap Muslim.
Ia menilai tindakan oknum tersebut justru memperkeruh suasana, apalagi masih menyebarkan informasi keliru yang berpotensi merugikan ISSI secara kelembagaan.
“Kami berharap semua pihak menghormati kesepakatan yang ada. Fokus utama kita seharusnya membina atlet agar berprestasi, bukan memperpanjang polemik,” tegas Muslim.
Tulis Komentar