Hukrim

Ternyata 1/4 Napi di Lapas Sialang Bungkuk yang Kabur

Loading...

PEKANBARU, GILANGNEWS.com - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM, I Wayan Kusmiantha Dusak, menjawab pertanyaan publik tentang jumlah tahanan Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru, Riau. Dari 1.078 jumlah tahanan di rutan tersebut, 448 orang Jumat (5/5) kemarin nekat melarikan diri.

"Dari jumlah kemarin 1.870 narapidana-tahanan, yang lari saat kejadian 448," ujarnya di Pekanbaru, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (6/5).

Kementerian Hukum dan HAM juga berjanji untuk mengganti seluruh petugas dan pejabat di rutan tersebut.

"Saya pastikan (petugas) diperiksa dan diganti," kata dia.

Permintaan pergantian petugas di Rutan Sialang Bungkuk merupakan salah satu tuntutan para tahanan dalam mediasi yang melibatkan jajaran Polda Riau dan TNI pada Sabtu pagi. Selain petugas, ia juga memastikan para tamping, atau sesama tahanan yang dipercaya petugas rutan turut diganti dan dipindahkan.

Secara keseluruhan, dia mengatakan terdapat 16 tuntutan yang disampaikan oleh para tahanan. Salah satunya adalah sikap petugas yang dia sebut berlebihan dalam melakukan penjagaan kepada tahanan.

Selain itu, ia juga menyinggung soal dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh petugas Rutan Klas IIB Pekanbaru. Pungutan liar itu merupakan salah satu dari 16 poin tuntutan tahanan, selain masalah air, pelayanan kesehatan, makanan dan lainnya.

"Seluruh informasi akan kita dalami, apapun itu kita tindak lanjuti. Ada pengakuan (kegiatan pungli), kita belum lakukan pemeriksaan, tapi pengakuan saudara kita yang ditahan seperti itu. Kita akan dalami, mereka punya hak. Nanti kita akan buka lagi," urainya.

Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa saat ini kondisi Rutan Sialang Bungkuk telah kondusif. Baik tahanan, narapidana dan petugas dibantu TNI Polri bersama-sama melakukan pembersihan dan perbaikan pasca kerusuhan.

"Yang penting tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujarnya.

 


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar