Ekonomi

Kemendagri Sebut Serapan Dana Daerah Lebih dari 90 Persen

Kementerian Dalam Negeri memprediksi serapan anggaran di daerah pada pertengahan Desember 2018 sudah lebih dari 90 persen.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memprediksi serapan anggaran di daerah pada pertengahan Desember 2018 sudah lebih dari 90 persen. Pasalnya, banyak pembayaran pembangunan infrastruktur di daerah yang harus dibayar akhir tahun.

Dirjen Keuangan DaerahKemendagri Safrudin mengungkapkan serapan anggaran khusus pada kuartal IV terbilang yang paling tinggi dibandingkan dengan kuartal lainnya, yakni mencapai 30-40 persen. Sementara itu, serapan anggaran di daerah terkecil umumnya pada kuartal I yang hanya 9-11 persen.

"Pengerjaan pembangunan kan belum dimulai biasanya kalau kuartal I, jadi hanya belanja pegawai saja, belanja rutin keperluan kantor," ucap Safrudin kepada media, Kamis (20/12).

Sementara itu, penyerapan anggaran pada kuartal II dan kuartal III hampir sama, yakni untuk memenuhi kebutuhan belanja pembangunan fisik dan belanja modal.

Loading...

"Kalau kuartal II dan III bisa 30-34 persen serapan anggarannya," terang Safrudin.

Sayangnya, ia belum memiliki data pasti terkait realisasi serapan anggaran daerah secara nasional sampai pada pertengahan Desember ini. Namun, ia meyakini tak ada lagi daerah yang belanja serapannya masih rendah jelang pengujung tahun.

"Biasanya ya total kuartal III itu paling tidak sudah mencapai 63 persen secara nasional untuk di daerah, sudah tidak mungkin di bawah 50 persen. Tapi mungkin ada beberapa daerah secara individu yang masih di bawah itu, tapi secara nasional sudah di atas 60 persen," papar Safrudin.

Serapan Belanja DKI Jakarta Minim

Terkait dengan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang baru mencapai 67,9 persen pada 18 Desember ini, Safrudin enggan memberikan komentar lebih detil. Ia mengaku belum memiliki data serapan anggaran per daerah hingga Desember ini.

"Kalau itu tanyakan langsung pada pejabat pemda DKI Jakarta, intinya secara keseluruhan sampai Desember bisa lebih dari 90 persen," tegas Safrudin.

Mengutip data dari publik.bapedadki.net pada 18 Desember, serapan anggaran APBD DKI Jakarta hanya Rp40,39 triliun. Padahal, total APBD ibu kota tahun ini mencapai Rp75 triliun.

Sementara itu, data Kementerian Keuangan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kita menyebutkan alokasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) per November 2018 terealisasi sebesar Rp717,07 triliun dari total anggaran sebesar Rp766,16 triliun. Artinya, realisasi naik 17,34 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp699,73 triliun.

Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan realisasi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik), dan Dana Alokasi Khusus Nonfisik (DAK Nonfisik). 

Untuk realisasi DAU per November 2018 tercatat sebesar Rp401,25 triliun, naik dari tahun lalu yang sebesar Rp397,81 triliun. Kemudian, realisasi penyaluran DBH sebesar Rp76,84 triliun, DAK Fisik sebesar Rp48,82 triliun, dan DAK Nonfisik sebesar Rp111,62 triliun.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar