Legislator

Sindir Pemprov Riau, Rivaie Rachman: Kita Kurang Dana Tapi Begitu Royal Bantu Instansi Vertikal

Loading...

GILANGNEWS.COM - Mantan Wakil Gubernur Riau Rivaie Rachman menyindir Pemerintah Provinsi Riau saat ini yang begitu 'bermurah hati' membantu pembangunan gedung instansi vertikal.

Hal itu disampaikan Rivaie Rachman saat pertemuan antara tokoh masyarakat Riau yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) dengan DPRD Provinsi Riau, Senin (17/2/2020).

Dalam pertemuan tersebut mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau itu mengatakan selama ini Pemerintah Provinsi Riau terlalu baik hati namun tidak kuat untuk memperjuangkan daerahnya di tingkat pusat.

Ia membandingkan kondisi Riau dengan pembangunan di Yogyakarta atau Sumatera Barat yang mendapat porsi pembangunan yang lebih besar dari Riau.

Loading...

"Berdasarkan pengalaman. Selama ini kita baik hati. Kita dianggap enteng sama pusat, bahkan perusahaan semacam Lippo Karawaci juga menganggap enteng Riau soal (Hotel) Aryaduta," tegas Rivaie.

Rivaie juga menyindir daerah seperti Yogyakarta, bahkan Sumbar lebih banyak mendapatkan perhatian pusat dari sisi infrastruktur melalui APBN. Kenapa Riau tak bisa.

"Kita kurang dana tapi kita begitu royal untuk bantu instansi vertikal. Ini juga masalah. Hak-hak kita jangan kita hamburkan. Sampai ada plesetan di pusat, Riau uang yang ada aja tak pandai menggunakan, apalagi minta tambah. Nah makanya, perubahan sikap harus dilakukan, kita selama ini jadi pengemis, kita harus jadi pejuang," cakapnya lagi.

Ia juga menyoroti SDM di Pemprov Riau yang menurutnya tak siap untuk berjuang ke pusat. Ia mencontohkan bahwa banyak dari dinas - dinas saat ini hanya bermodalkan permintaan dengan selembar kertas ke pemerintah pusat, bukan melalui kajian-kajian yang membuat bergaining Riau ada di pusat. Hal-hal ini menurutnya harus diubah.

"Kita harus bersikap, harus bersama - sama. Kalau tidak, masih begini-begini saja Riau ini," tukasnya.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar