LEGISLATOR

PKL Depan RSUD dan Sudirman Ujung Semrawut, Komisi II DPRD Pekanbaru Minta Tata Ulang

Sejumlah pedagang kaki lima tampak tetap berjualan di badan Jalan Hangtuah, tepat di depan RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Riau, Rabu (4/6/2025)

GILANGNEWS.COM - Di balik ramainya deru kendaraan di sejumlah ruas jalan protokol Kota Pekanbaru, geliat ekonomi kecil masih bertahan di sudut-sudut jalan yang sempit. Di depan RSUD Arifin Achmad, misalnya, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) tampak menjajakan dagangannya dengan peralatan seadanya. Beberapa bahkan membuka lapak di badan Jalan Hangtuah dan Jalan Sudirman ujung, dua titik yang kerap menjadi sorotan publik karena menambah kemacetan.

Meski telah berulang kali ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), para PKL kembali lagi. Seakan tak ada tempat lain yang bisa mereka jadikan tumpuan hidup.

Fenomena ini menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kota Pekanbaru. Legislator menilai, penindakan sepihak terhadap PKL tanpa solusi jangka panjang hanya akan menciptakan lingkaran persoalan yang tak kunjung selesai.

"Selama ini penindakan ada, tapi kalau tidak dibarengi pembinaan dan penyediaan tempat alternatif, ya akan terus berulang," ujar Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, Rabu (4/6/2025). "Kita tidak bisa menutup mata, mereka ini butuh makan, butuh nafkah untuk keluarga."

Politikus Partai Gerindra ini menyarankan agar Pemerintah Kota segera menata ulang persebaran PKL. Salah satu gagasan yang diajukannya adalah pemindahan ke lokasi yang lebih representatif, seperti area Taman Labuai City Walk di samping eks arena MTQ, atau kolong Jembatan Siak IV yang selama ini belum dimaksimalkan.

Menurut Rizky Bagus Oka, dua lokasi itu cukup strategis secara letak dan bisa dikembangkan menjadi sentra UMKM baru yang terintegrasi. "Tinggal keseriusan dari Pemko. Jika ditata dan dibina dengan baik, bisa berkembang pesat. Tidak ada lagi alasan PKL kembali ke jalan," katanya.

Namun ia mengingatkan, penataan tidak boleh bersifat insidentil atau musiman. Diperlukan grand design yang menyeluruh dan konsisten, serta regulasi yang dijalankan dengan hati dan keberpihakan terhadap pelaku ekonomi kecil.

Sebagai Ketua Kadin Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Agung Nugroho dan Markarius Anwar, persoalan ini bisa dituntaskan. Ia menekankan pentingnya dukungan konkret dari pemerintah, bukan sekadar imbauan atau wacana.

"PKL bukan musuh kota, mereka bagian dari denyut nadi ekonomi rakyat. Kalau ditertibkan, beri mereka ruang untuk tumbuh. Jangan dibiarkan berjualan di trotoar, tapi juga jangan dicabut begitu saja tanpa diberi tempat baru," pungkasnya.

Ia menegaskan, DPRD melalui Komisi II dan Kadin siap mendukung penuh program penataan PKL demi pertumbuhan UMKM yang sehat, legal, dan bermartabat.


Tulis Komentar