Nasional

Jokowi kecam Trump di Konferensi Afghanistan di Bogor, belasan ribu orang demo 115 di Monas

"Pemindahan ini mengganggu proses perdamaian dan bahkan mengancam perdamaian itu sendiri," kata Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Jumat (11/05).

GILANGNEWS.COM - Massa berunjuk rasa di depan Kedubes AS memprotes sikap AS soal Yerusalem sebagai ibukota Israel, sementara Presiden Joko Widodo mendesak DK dan Majelis Umum PBB untuk membahas isu tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan.

Presiden Jokowi, saat membuka konferensi perdamaian Afghanistan yang melibatkan para ulama tiga negara, juga meminta negara lain agar tidak mengikuti langkah AS, karena langkah tersebut dinilai mengancam proses perdamaian Palestina-Israel serta kawasan."Pemindahan ini mengganggu proses perdamaian dan bahkan mengancam perdamaian itu sendiri," kata Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Jumat (11/05).

Lebih lanjut Joko Widodo mengatakan: "Kita bersama rakyat Indonesia akan terus berjuang bersama rakyat Palestina. Palestina akan selalu ada dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia."

Di tempat berbeda, Jumat (11/05), unjuk rasa belasan ribu orang yang bertajuk Indonesia Bebaskan Al-Quds , memadati sebagian pelataran Tugu Monas, Jakarta.

Para pimpinan pengunjuk rasa, diantaranya Bachtiar Natsir, kemudian bergantian memberikan orasi di atas panggung utama, seperti dilaporkan wartawan dilapangan.

Di hadapan massa, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang mengenakan syal motif bendera Palestina, ikut memberikan orasi. "Kita sedang menorehkan sejarah dan insya Allah kita doakan bahwa pesan ini akan menggema di ibukota ibukota seluruh negara di dunia," kata Anies.

Belasan ribu orang yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis menggelar unjuk rasa di Monas sejak Jumat pagi. Mereka juga menggelar salat Jumat di tempat itu.

Sebagian besar peserta aksi mengenakan pakaian putih dengan syal berwarna bendera Palestina dan Indonesia.

Aksi ini digelar sebagai protes keputusan Presiden AS Donald Trump yang memindahkan kantor Kedutaan Besar AS Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dalam orasinya, para pimpinan unjuk rasa menuntut PBB bersikap tegas atas apa yang dilakukan Trump karena dianggap bertentangan dengan sembilan resolusi DKK PBB.

Mereka juga menyerukan kepada Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk bersatu dan menentang keras keputusan Trump tersebut serta menggelar sidang darurat sebagai suara aspirasi umat Islam global.

Kepada Trump, mereka juga menuntut agar keputusan itu dibatalkan. "Dan, kepada kepada Pemerintah Republik Indonesia agar berjuang keras menggunakan haknya dalam menekan OKI dan PBB untuk bersama melawan keputusan Trump."


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar