Dunia

Ronaldo Terpuruk di Bangku Sekolah

Karier Cristiano Ronaldo makin bersinar saat pindah ke Real Madrid pada 2009.

GILANGNEWS.COM - Hampir tidak ada yang membantah Cristiano Ronaldo merupakan salah satu pesepakbola terbaik dunia saat ini. Pemain yang hari ini, Senin (5/2), berulang tahun ke-33 itu sudah mengoleksi 25 trofi untuk klub dan juga timnas Portugal.

Di level individu, segudang trofi dan penghargaan dikoleksi mantan pemain Manchester United itu. Di antaranya lima trofi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA.

Kendati mengagumkan di atas lapangan, tapi siapa sangka catatan Ronaldo di dunia pendidikan kurang mengesankan. CR7 bahkan tidak lulus sekolah menengah.

Semasa sekolah, pemain kelahiran Funchal, Portugal, itu sangat populer di kalangan pelajar lain di sekolah, tetapi tidak dengan para gurunya. Bagi guru-guru, Cristiano Ronaldo mungkin dicap sebagai siswa bengal.

Kenangan terburuknya saat duduk di bangku sekolah adalah dikeluarkan dari sekolah ketika masih 14 tahun. Cristiano Ronaldo terpaksa melakukan itu karena sang guru menghina keluarganya yang miskin.

"Saya bukan yang terbaik di kelas, dan saya tidak tertarik dengan sekolah. Saya dikeluarkan dari sekolah setelah saya melempar kursi ke guru. Dia tidak menghormati saya," ujar Ronaldo dikutip dari Celebs Now.

Peristiwa itu pun menjadi titik balik dari untuk kesuksesan Ronaldo bersama di kulit bundar. Ibunya, Maria Dolores, langsung memintanya untuk fokus dengan sepak bola.

Ronaldo memang akrab dengan sepak bola sejak usia dini. Pada saat 10 tahun, sepak bola sudah menjadi gaya hidupnya. Ayahnya, Jose Dinis Aveiro adalah orang yang berjasa dalam karier sepak bola Ronaldo.

Aveiro yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai pembawa perlengkapan sepak bola untuk klub kecil, Andorinha, merupakan sosok yang kali pertama memperkenalkan Ronaldo dengan sepak bola.

Ronaldo yang lebih mementingkan sepak bola dibanding sekolah pun diungkapkan ayah angkatnya, Fernao Sousa. Ronaldo disebut-sebut rela kehilangan makanannya demi bisa berlatih sepak bola.

"Dia sangat menyukai permainan ini, sehingga dia melewatkan makanannya atau melarikan diri dari jendela kamar tidur dengan sebuah bola, saat seharusnya dia mengerjakan pekerjaan rumah," ucap Sousa.

Kesan Ronaldo sebagai pemuda yang malas bersekolah juga diungkapkan teman dekatnya saat kecil Jose Semedo. Pemain Vitoria Setubal itu mengatakan Ronaldo pernah menghasut mereka untuk tidak masuk sekolah dan memilih melanjutkan tidur guna menjaga kondisi untuk latihan.

Semedo menyebut semua gadis menyukai Ronaldo, hal itu juga yang akhirnya mengundang kecemburuan dari remaja laki-laki lainnya.

"Karena hal ini juga, dia banyak berubah dalam sekolah, dan pada saat 16 tahun, dia mendapatkan guru pribadi," kata Semedo seperti dikutip Sports Keeda.

Meninggalkan dunia pendidikan dan fokus dengan sepak bola seperti kata Dolores, membuka jalan kesuksesan untuk Ronaldo. Dan upaya itu akhirnya terbayarkan.

Saat ini di Real Madrid, Ronaldo mendapatkan gaji sebesar €21 juta (Rp353 miliar) per tahun. Dia juga pernah tercatat sebagai pemain termahal dunia saat pindah ke ibu kota Spanyol itu dari Manchester United pada 2009 silam.

"Ketika saya sampai di usia 14, saya merasa memiliki potensi. Saya pikir, saya mungkin cukup baik saat bermain semi profesional," ujar Ronaldo kepada Sunday Mirror.

"Baru pada saat saya bersama Manchester United, saya mulai percaya bahwa saya adalah yang terbaik. Saya bertekad, saya kuat, sangat cepat, dan saya sangat profesional," Ronaldo menambahkan.


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar