Legislator

DPRD Riau Sebut APBD 2020 Sudah Menyesuaikan SOTK Baru

Asri Auzar.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Pada awal tahun 2020 ini, Pemprov Riau memberlakukan dan mengefektifkan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemprov Riau. Akibatnya ada dinas yang dilebur menjadi satu, dipisahkan, bahkan ada yang dihilangkan ini. Selain menyebabkan beberapa pejabat yang nonjob, juga tentunya akan berakibat pada sistem penganggaran.

Lantas, bagaimana dengan APBD Riau tahun anggaran 2020 ini? Menurut wakil ketua DPRD Riau, Asri Auzar bahwa penganggaran di APBD Riau 2020 sudah menyesuaikan dengan SOTK baru.

"APBD Riau 2020 sudah disesuaikan dengan SOTK baru yang dibentuk Pemprov. Jadi anggarannya pun sudah disesuaikan," kata Asri Auzar, Selasa (14/1/2020).

"Dinas-dinas yang bergabung anggarannya sudah menyesuaikan semua. Tinggal tugas kami mengawasi jalannya roda pemerintahan ini lagi," tukas Asri.

Loading...

Seperti yang diberitakan media sebelumnya, imbas dari SOTK baru yang dilakukan Pemprov Riau, sembilan pejabat nonjob tersebut antara lain Andra Sjafril yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Dukcapil, Firdaus (Karo Humas), Asrizal (Kadis Perindustrian), Yul Wiriaty Moesa (Kadis Perdagangan), M Amin (Kadis Perkim), Dadang (Kadis PUPR), Arbaini (Kepala Balitbang), Ferry HC (Kadis Perkebunan), Tengku Hidayati (Kadis PPA).

"SOTK baru mulai hari ini kita efektifkan. Kita tunjuk Pelaksana Tugasnya (Plt) untuk mengisi SOTK baru. Untuk Plt harus orang yang menjabat," kata Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar kepada CAKAPLAH.COM.

"Kemudian OPD yang dilebur, pejabat yang lama di demisioner. Seperti pak Dadang (Kadis PUPR), M Amin (Kadis Perkim), Asrizal (Kadis Perindustrian), Yul Wiriawati (Kadis Perdagangan), dan Feri HC (Kadis Perkebunan) sekarang menjadi staf biasa," terangnya.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar